Semua panduan

Cara Menabung Biaya Nikah: Strategi Realistis untuk Pasangan Muda

6 menit baca · Diperbarui 6 Agustus 2026

Survei demi survei menunjukkan alasan nomor satu pasangan Indonesia menunda menikah: biaya. Tapi "belum ada uangnya" sering kali bukan soal penghasilan — melainkan belum ada sistemnya. Artikel ini membahas sistem menabung nikah yang benar-benar jalan.

Langkah 1: Tentukan angka target, bukan angka angan

"Pokoknya ngumpulin dulu sebanyak-banyaknya" adalah resep gagal. Mulai dari sebaliknya: rancang dulu pernikahan seperti apa yang kalian mau (skala tamu, konsep, kota), hitung estimasinya, baru turunkan jadi target bulanan.

Rumusnya sederhana: Target ÷ jumlah bulan sampai hari H = setoran per bulan. Contoh: Rp60 juta ÷ 20 bulan = Rp3 juta/bulan berdua, alias Rp50 ribu/hari/orang. Angka harian ini penting — Rp50 ribu per hari terasa jauh lebih bisa dieksekusi daripada "Rp60 juta".

Langkah 2: Pisahkan rekeningnya

  • Buka satu rekening/kantong khusus nikah, terpisah dari rekening harian. Uang yang kelihatan akan terpakai.
  • Otomatiskan: pasang autodebet tiap tanggal gajian, sebelum uang sempat "mampir" ke jajan.
  • Sepakati porsi kontribusi berdua sejak awal — 50:50, proporsional gaji, atau model lain. Yang penting tertulis dan disepakati.

Langkah 3: Taruh di instrumen yang tepat

Dana nikah adalah dana jangka pendek (1–2 tahun) — prioritasnya aman dan pasti, bukan cuan maksimal. Umumnya cocok di tabungan berjangka atau deposito. Hindari menaruh dana nikah di instrumen berisiko tinggi; jangan sampai tanggal sudah dekat, dana malah menyusut. (Sesuaikan dengan profil kalian — ini bukan saran investasi.)

Langkah 4: Pantau berdua, rayakan progresnya

Tabungan nikah adalah proyek dua orang. Buat progresnya terlihat: berapa persen tercapai, berapa hari lagi, on-track atau tidak. Pasangan yang melihat progres bersama lebih jarang "bocor" karena saling menjaga.

Biar hitungannya otomatis

Di SiapSah, kalian tinggal isi target dan tanggal — sistem menghitung setoran harian/bulanan dan memantau progresnya berdua. Gratis, tanpa kartu kredit.

Buat Rencana Tabungan

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen gaji yang ideal ditabung untuk nikah?+

Umumnya 20–30% penghasilan gabungan masih sehat. Lebih dari itu boleh saja untuk sprint pendek, tapi pastikan dana darurat dan kebutuhan pokok tetap aman.

Lebih baik nabung dulu atau tentukan tanggal dulu?+

Tentukan tanggal (atau rentang tanggal) dulu. Tanpa tenggat, tabungan nikah selalu kalah prioritas. Tanggal membuat targetnya bisa dihitung mundur menjadi angka bulanan yang konkret.

Bagaimana kalau penghasilan pasangan berbeda jauh?+

Pakai porsi proporsional: masing-masing menyetor persentase yang sama dari penghasilannya (misal 25%). Nominalnya beda, tapi bebannya setara — ini mengurangi potensi gesekan.

Baca juga